Akhmad Ridhoi

Laki-laki, 18 tahun

Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
::
HANCUR SEMUA
TAK PERNAH MENGERTI
Shutdown

Search This Blog

Memuat...

Kamis, 03 Juli 2014

Minggu, 27 April 2014

Daftra Alamat Website Pemerintah Indonesia



Buat teman-teman yang butuh untuk berburu info dari lembaga pemerintahan, baik itu lowongan PNS maupun berita terbarunya, ini daftar alamat web pemerintahan di Republik Indonesia;

NoNama LembagaAlamat Website
1Majelis Permusyawarahan Rakyatwww.dpr.go.id
2Dewan Perwakilan Rakyatwww.mpr.go.id
3Dewan Perwakilan Daerahwww.dpd.go.id
4Mahkamah Konstitusiwww.mahkamahkonstitusi.go.id
5Mahkamah Agungwww.ma-ri.go.id
6Badan Pemeriksa Keuanganwww.bpk.go.id
7Bank Indonesiawww.bi.go.id
8Komisi Pemberantasan Korupsiwww.kpk.go.id
9Komisi Pemilihan Umumwww.kpu.go.id
10Komisi Pengawasan Persaingan Usahawww.kppu.go.id
11Komisi Nasional Hak Asasi Manusiawww.komnasham.go.id
12Komisi Perlindungan Anak Indonesiawww.kpai.go.id
13Departemen Dalam Negeriwww.depdagri.go.id
14Departemen Luar Negeriwww.deplu.go.id
15Departemen Pertahananwww.dephan.go.id
16Departemen Hukum Dan Hamwww.depkumham.go.id
17Departemen Komunikasi dan Informasiwww.depkominho.go.id
18Departemen Perindustrianwww.dprin.go.id
19Departemen Perhubunganwww.dephub.go.id
20Departemen Pekerjaan Umumwww.pu.go.id
21Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasiwww.nakertrans.go.id
22Departemen Pertanianwww.deptan.go.id
23Departemen Kehutananwww.dephut.go.id
24Departemen Kelautan Dan Perikananwww.dkp.go.id
25Departemen Kesehatanwww.depkes.go.id
26Departemen Komunikasi dan Informatikawww.depkominfo.go.id
27Departemen Keuanganwww.depkeu.go.id
28Departemen Pendidikan Nasionalwww.kemdiknas.go.id
29Departemen Sosialwww.depsos.go.id
30Departemen Agamawww.depag.go.id
31Departemen Kebudayaan dan Pariwisatawww.budpar.go.id
32Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamananwww.polkam.go.id
33Kementerian Koordinator Perekonomianwww.ekon.go.id
34Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyatwww.menkokesra.go.id
35Kementrian Negara Perencanaan Pembangunan Nasionalwww.bappenas.go.id
36Kementrian NegaraRiset dan Teknologi/ BPPTwww.ristek.go.id
37Kementrian Negara Koperasi dan UKMwww.depkop.go.id
38Kementrian Negara BUMNwww.bumn-ri.go.id
39Kementrian Negara Lingkungan Hidupwww.mlenlh.go.id
40Kementrian Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negarawww.menpan.go.id
41Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuanwww.menegpp.go.id
42Sekretariat Negarawww.setneg.go.id
43Sekretariat Kabinetwww.setkab.go.id
44Kejaksaan Agungwww.kejaksaan.go.id
45Arsip Nasional Republik Indonesiawww.anri.go.id
46Badan Akuntansi Keuangan Negarawww.bakun.go.id
47Badan Kepegawaian Negarawww.bkn.go.id
48Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasionalwww.bkkbn.go.id
49Badan Koordinasi Penanaman Modalwww.bkpm.go.id
50Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasionalwww.bakosurtanal.go.id
51Badan Meteorologi dan Geofisikawww.bmg.go.id
52Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditiwww.bappebti.go.id
53Badan Pengawas Tenaga Nuklirwww.bapeten.go.id
54Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunanwww.bpkp.go.id
55Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologiwww.bppt.go.id
56Badan Perencanaan Pembangunan Nasionalwww.bappenas.go.id
57Badan Pertanahan Nasionalwww.bpn.go.id
58Badan Pusat Statistikwww.bps.go.id
59Badan Standarisasi Nasionalwww.bsn.go.id
60Badan Tenaga Nuklir Nasionalwww.batan.go.id
61Badan Urusan Logistikwww.bulog.go.id
62Lembaga Administrasi Negarawww.lan.go.id
63Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesiawww.lipi.go.id
64Lembaga Informasi Nasionalwww.lin.go.id
65Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasionalwww.lapan.go.id
66Perpustakaan Nkasional Republik Indonesiawww.pnri.go.id
67Markas Besar Tentara Nkasional Indonesiawww.tni.mil.id
68Markas Besar Kepolisian Negarawww.polri.go.id
69Badan Pengawas Obat dan Makananwww.pom.go.id
70Provinsi Sumatera Utarawww.pemropsu.go.id
71Provinsi Sumatera Baratwww.sumbarprov.go.id
72Provinsi Riauwww.riau.go.id
73Provinsi Kepulauan Riauwww.batam.go.id
74Provinlsi Jambiwww.jambiprov.go.id
75Provinsi Bengkuluwww.bengkulu.go.id
76Provensi Sumatera Selatanwww.sumselprov.go.id
77Provinsi Bangka-Belitungwww.bangka.go.id
78Provinsi Lampungwww.lampungprov.go.id
79Provinsi Bantenwww.bantenprov.go.id
80Provinsi DKI Jakartawww.jlakarta.go.id
81Provinsi Jawa Baratwww.jabarprov.go.id
82Provinsi Jawa Tengahwww.jatengprov.go.id
83Provinsi D.I. Yogyakartawww.pemda-diy.go.id
84Provinsi Jawa Timurwww.jatimprov.go.id
85Provinsi Klimantan Baratwww.kalbar.go.id
86Provinsi Nanggroe Aceh Darussalamwww.acehprov.go.id
87Provinsi Kalimantan Tengahwww.kalteng.go.id
88Provinsi Kalimantan Selatanwww.kalsel.go.id
89Provinsi Kalimantan Timurwww.kaltim.go.id
90Provinsi Baliwww.bali.go.id
91Provinsi Nusa Tenggara Baratwww.ntbprov.go.id
92Provinsi Nusa Tenggara Timurwww.pemda-ntt.go.id
93Provinsi Sulawesi Selatanwww.sulsel.go.id
94Provinsi Sulawesi Baratwww.sulbarprov.go.id
95Provinsi Sulawesi Tenggarawww.sultraprov.go.id
96Provinsi Sulawesi Tengahwww.sulteng.go.id
97Provinsi Gorontalowww.propinsigorontalo.net
98Provinsi Sulawesi Utarawww.sulut.go.id
99Provinsi Malukuwww.malukuprov.go.id
100Provinsi Maluku Utarawww.maluku-utara.go.id
101Provinsi Papua Baratwww.papuabaratprov.go.id
102Provinsi Papuawww.papua.go.id
Read More --►

menu













Read More --►

Sabtu, 26 April 2014

Jangan Menjadi Guru Kalau Hanya Ingin Uangnya

Jangan Menjadi Guru Kalau Hanya Ingin Uangnya
Guru bukan hanya mengajar tetapi sekaligus juga harus mendidik
Guru bukan hanya mengajar tetapi sekaligus juga harus mendidik

Pada pembukaan UUD 1945 jelas tertulis bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang cerdas bukan hanya pintar dalam bidang akademik saja, tetapi pintar juga dalam bidang sifat tatanan prilaku pada kehidupan.

Akhlak yang baik, trampil dalam sikap, sopan dalam tindak, itu semua dapat diperoleh dari pendidikan. Baik pendidikan pada keluarga (in formal), dalam kehidupan bermasyrakat (non formal) maupun pada jenjang pendidikan formal.

Memang pendidikan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Dalam hal ini guru adalah termasuk pemerintah yang bertanggung jawab atas pendidikan formal. Maka dari itu guru dituntut bukan hanya cerdas dalam mentransfer ilmu, tetapi harus cerdas pula dalam mendidik anak.

Para guru yang budiman, prilaku anak bangsa tidak akan terdidik dengan baik kalau kita sebagai guru hanya mengajar saja. Masalah mengajar hanyalah mentransfer ilmu. Apa artinya tuntas dalam mentransfer ilmu kalau sifat dan tingkah laku anak didik kita brutal? Apa arti deretan angka 80 atau 90 kalau usai jam sekolah terjadi tawuran? Perilaku dan sifat kurang hormat dengan orang lain. Apa artinya pendidikan sampai S1, S2, bahkan S3 kalau toh menjadi kuroptor ?

Oleh karena itu tugas guru bukan hanya mengajar tetapi sekaligus juga harus mendidik. Sebelum mendidik tentunya seorang guru harus sudah terdidik, bagaimana mungkin berhasil mendidik orang lain kalau dirinya saja tidak terdidik.

Guru biasanya ditiru dan digugu, maka dari itu berhati-hatilah dalam bersikap dan bertindak. Di mana-mana ada beberapa mata memperhatikan guru, sekali guru salah langkah akan banyak yang terjerumus mengikuti langkah guru.

Sebelum menjadi guru benar-benar harus dipikirkan, apa sudah pantas berdiri di depan kelas yang sifat, tingkahnya ditiru dan digugu oleh anak didik. Jangan menjadi guru kalau hanya ingin uangnya saja, tunjangan profesi yang satu bulan gaji pokok, gaji besar, banyak libur. Jangan menjadi guru kalau belum siap mendidik, karena yang diperlukan bukan hanya pintar mengajar.

Bagi ibu guru kalau berangkat ke sekolah usahakan berpenampilan yang sesopan dan sepantas mungkin. Karena tanpa di sadari kita telah memberi pendidikan dan meninggalkan hal yang membekas pada diri anak. Pakaian kita diperhatikan, tingkah laku kita ditiru mereka.

Bagi bapak guru juga demikian, kalau ada Bapak Guru yang genit atau semacamnya yang sering diberitakan di media, maka bukan tidak mungkin itulah awal mula hancurnya moral calon pekerja dan calon pemimpin bangsa ini karena jelas sifat dan tingkah kita sudah mengarahkan anak menjadi orang yang bebas tanpa aturan.

Wahai para guru sudahkah kita benar-benar siap menjadi seorang pendidik yang profesional? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Sudah pantaskah kita menjadi orang yang sifat, sikap dan tingkahnya ditiru dan digugu anak didik kita.

Bagi para mahasiswa keguruan atau bagi mereka yang ingin terjun ke dunia pendidikan, sudah siapkah kalian membekali diri untuk menjadi pendidik? Karena mendidik itu lebih berat daripada mengajar. Jangan belajar/sekolah calon guru kalau tujuannya hanya untuk mengincar tunjangan profesi, melihat bidang ini masih terbuka lowongan kerja tetapi harus benar-benar dari dalam diri untuk mendidik dan mengajar para calon penerus bangsa ini.

Jadi mengajar apa mendidik? Ternyata keduanya tidak bisa dipisahkan, mengajar dan mendidik harus benar-benar melekat pada diri seorang guru. Seorang guru di samping pandai mentransfer ilmu juga harus pandai memberi pendidikan yang bisa membuat anak bangsa berperilaku, bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan agama, norma yang berlaku dan yang pasti harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sudah siapkah anda terjun ke dunia pendidikan?

*) Ditulis dan dikirim oleh Hj.Rosmaliyana, S.Pd
Guru SDN Benua Anyar 2 Banjarmasin 

SekolahDasar.Net | 26/04/14 | #artikel #Tulisan Anda #Tunjangan Guru
Read More --►

Fhoto KU


Read More --►

Rabu, 12 Maret 2014

NPSN MTS As-Shohibiyah


    Update CitraTAMPIL SEMUA
     

        Nama : MTSS AS-SHOHIBIYAH
    NPSN : 20583439
    Alamat : JL. MASJID BAITUL ANAM - DUSUN TAJUK
    Kode Pos : 69361
    Desa/Kelurahan : PALESANGGAR
    Kecamatan : KEC. PEGANTENAN
    Kabupaten/Kota : KAB. PAMEKASAN
    Propinsi : JAWA TIMUR
    Status Sekolah : SWASTA
    Tahun Pendirian : 29 Mei 2001
    Waktu Penyelenggaraan : Pagi
    Jenjang Pendidikan : MTs

    Read More --►

    Rabu, 03 Oktober 2012

    SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA


    SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA


    1.1        Basis Data
    ü  Data
    Menurut Raymon McLeod, Jr Data adalah sekumpulan baris fakta yang mewakili peristiwa yang terjadi pada organisasi atau pada lingkungan fisik sebelum diolah ke dalam format yang bisa dimengerti dan digunakan manusia. Data diambil dari bahasa latin, yang artinya “memberi”. Data adalah fakta yang diberikan, darimana kenyataan tambahan dapat ditarik menjadi kesimpulan (C.J. Date). Sedangkan menurut Kenneth C. Laudon. Jane P. Louden, Data yaitu kumpulan fakta - fakta kasar yang menunjukan kejadian yang terjadi dalam organisasi atau lingkungan  fisik sebelum fakta tersebut diolah dan ditata mejadi bentuk yang dapat dipahami.
    ü  Database (Basis Data)
    Definisi Basisdata dapat didefinisikan  sebagai berikut :
    ·     Kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada untuk digunakan dalam satu lingkup perusahaan, instansi (Kristanto, 1994).
    ·     Kumpulan file data yang terorganisasi, terintegrasi, dan bisa dipakai bersama (C.J Date, 1981)
    ·     Kumpulan rekaman data berbagai tipe yang memiliki relasi satu sama lain (Martin, 1977)
    ·    Sekumpulan data organisasi untuk melayani banyak aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengendalikan redundansi data. (Kenneth C. Laudon. Jane P. Louden, 2010
    ·    Kumpulan dari data yang saling terintegrasi satu dengan yang lainnya tersimpan dalam perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk bantuan dalam mengoperasikannya (ICT Database/Data Resources Management, Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, 2010).

    1.2        Sistem Basis Data (Database System)
    Sistem Basis Data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan (C.J Date, 1981). Sedangkan menurut  Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, Sistem Basis Data (Database system) adalah suatu informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu instansi.
    Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS).


    1.3        Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System /DBMS)
    DBMS (Database Management systems) adalah  kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. ( ICT Database/-Data Resources Management, Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, 2010). Sedangkan menurut Asep Herman Suyanto (2004) Manajemen Sistem Basis Data (Database Management System / DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternative penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpana data dalam fiel danmenulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.
    Database Management System (DBMS) atau Sistem Manajemen Basisdata adalah suatu sistem yang terdiri atas Basis-data dan Perangkat Lunak (Software / program) yang bertujuan untuk effektivitas dan effisiensi dalam pengelolaan basisdata. Sistem manajemen basis data (DBMS) terdiri dari perangkat lunak yang dapat mengatur penyimpanan data. Sehingga memudahkan organisasi untuk memusatkan data, mengelola data secara efisien dan menyediakan akses data bagi program aplikasi.
    Sebuah DBMS mengendalikan pembuatan, pemeliharaan, dan penggunaan struktur penyimpanan database organisasi sosial dan pengguna mereka. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menempatkan kontrol organisasi pengembangan database yang luas di tangan Database Administrator (DBAs) dan spesialis lain. Dalam sistem yang besar, sebuah DBMS memungkinkan pengguna dan perangkat lunak lain untuk menyimpan dan mengambil data dalam cara yang terstruktur.
    Beberapa fitur yang secara umum tersedia adalah:
    ·         Keamanan  
    DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak mudah diakses oleh orang yang tidak memiliki hak akses.
    ·         Independensi
    DBMS menjamin independensi antara data dan program, data tidak bergantung pada program yang meng-akses-nya, karena struktur data-nya dirancang berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur program. Sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga walaupun struktur data diubah, program tidak perlu berubah.
    ·         Konkruensi / data sharing
    Data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa pengguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.
    ·         Integritas
    DBMS mengelola file-file data serta relasi-nya dengan tujuan agar data selalu dalam keadaan valid dan konsisten
    ·         Pemulihan
    DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke keadaan semula sebelum terjadi-nya kesalahan (error) atau gangguan baik kesalahan perangkat keras maupun kegagalan perangkat lunak.
    ·         Kamus / katalog sistem
    DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau katalog sistem yang menjelaskan deskripsi dari field-field data yang terkandung dalam basisdata.
    ·         Perangkat Produktivitas
    DBMS menyediakan sejumlah perangkat produktivitas sehingga memudahkan para pengguna untuk menarik manfaat dari database, misalnya report generatorquery generator (pembangkit query / pencarian informasi). (pembangkit laporan)

    1.4        Perkembangan Database Management System (DBMS)
    Generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang kemudian distandardisasi oleh Conference on Data System Languages (CODASYL).Bachman kemudian menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam Nobel pada ilmu komputer) di tahun 1973. Dan pada akhir 1960, IBM mengembangkan sistem manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan sistem SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. Sistem ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
    Kemudian pada tahun 1970, Edgar Codd, di Laboratorium Penelitian di San Jose, mengusulkan model data relasional. Di tahun 1980, model relasional menjadi paradigma DBMS yang paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basis data relasional sebagai bagian dari proyek Sistem R dari IBM. SQL distandardisasi di akhir tahun 1980, dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basis data disebut transaksi. User menulis programnya, dan bertanggung jawab untuk menjalankan program tersebut secara bersamaan terhadap DBMS.
    Pada akhir tahun 1980 dan permulaan 1990, banyak bidang sistem basis data yang dikembangkan. Penelitian pada bidang basis data meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks dari semua bagian organisasi. Beberapa vendor memperluas sistemnya dengan kemampuan penyimpanan tipe data baru semisal image dan text, dan kemampuan query yang kompleks. Sistem khusus/spesial dikembangkan oleh banyak vendor untuk membuat data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa basis data. Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing Award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.

    1.5      Tujuan Database Management System (DBMS)
    Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data dengan menggunakan basis data yaitu sebagai berikut:
    -        Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.
    -        Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani.
    -      Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
    -        Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.

    1.6        Fungsi Database Management System (DBMS)
     Fungsi dari Database Management System (DBMS) Yaitu
        o   Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data
        o   Katalog yang dapat diakses pemakai
        o   Mendukung Transaksi
        o   Melayani kontrol concurrency
        o   Melayani recovery
        o   Melayani autorisasi
        o   Mendukung komunikasi data
        o   Melayani integrity
        o   Melayani data independence
        o   Melayani utility.

    1.7        Manfaat Database Management System (DBMS)
    Manfaat yang diperoleh dari penyusunan database adalah :
      Mengatasi kerangka (redundancy) data.
      Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
      Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
      Menyusun format yang standar dari sebuah data.
      Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user).
      Melakukan perlindungan dan pengamanan data (data security).
      Menyusun integritas dan independensi data.


    1.8       Keunggulan dan Kelemahan Database Management System (DBMS)
    Sistem Manajemen Basis-Data (DBMS) memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan pengelolaan data tanpa DBMS, walaupun tidak terlepas dari beberapa kelemahan.
    Keunggulan DBMS antara lain sebagai berikut:
    • ·         Mengurangi duplikasi data atau data redundancy
    • ·         Menjaga konsistensi dan integritas data
    • ·         Meningkatkan keamanan data
    • ·         Meningkatkan effisiensi dan effektivitas penggunaan data
    • ·         Meningkatkan produktivitas para pengguna data
    • ·         Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
    • ·         Meningkatkan pemeliharaan data melalui independensi data
    • ·         Meningkatkan pemakaian bersama dari data
    • ·         Meningkatkan layanan backup dan recovery data
    • ·         Mengurangi konflik antar pengguna data

    Kelemahan DBMS antara lain sebagai berikut::
    ·       Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
    ·         Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.
    ·         Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal
    ·         Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi
    ·        Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.
    ·         Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.
    1.9        Arsitektur DBMS
    Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan sarana antar muka (interface) dalam meng-akses data secara efisien tanpa harus melihat kerumitan atau detail tentang cara data direkam dan dipelihara. DBMS memiliki arsitektur untuk melakukan abstraksi dari data sehingga dapat diperoleh independensi data-program.
    Pada tahun 1975, badan standarisasi nasional Amerika ANSI-SPARC (American National Standards Institute – Standards Planning and Requirements Committee) menetapkan tiga level abstraksi dalam database, yaitu:
    1.      Level Eksternal (external level) atau Level Pandangan (view level)
    Level Eksternal adalah level yang berhubungan langsung dengan pengguna database. Pada level ini pengguna (user) hanya bisa melihat struktur data sesuai dengan keperluannya sehingga setiap user bisa memiliki pandangan (view) yang berbeda dari user lainnya. Pada level ini pula dimungkinkan pandangan user berbeda dengan representasi fisik dari data, misalkan untuk data hari secara fisik data direkam dalam bentuk kode (1, 2, 3, dst) sedang user melihat data dalam bentuk teks nama hari (Ahad, Senin, Selasa, …). Data yang dilihat oleh user seakan-akan berasal dari satu file, secara fisik mungkin diambil dari beberapa file yang berelasi.
    2.      Level Konseptual (conceptual level)
    Level Konseptual adalah level dari para administrator database, pada level ini didefinisikan hubungan antar data secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara lengkap. Para administrator database memahami bagaimana satu view dijabarkan dari beberapa file data, demikian pula pada saat perancangan database mereka dapat saja membagi data menjadi beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara efisien.
    3.      Level Internal (internal level) atau Level Fisik (physical level)
    Level Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan allokasi ruang penyimpanan data, deskripsi data dalam penyimpanan, kompressi data (agar lebih hemat), dan enkripsi data (agar lebih aman).

    1.10    Bahasa DBMS

    Implementasi bahasa DBMS bervariasi sesuai dengan variasi perusahaan yang merancangnya, namun pada prinsipnya bahasa ini bisa dikategorikan ke dalam tiga komponen bahasa, yaitu:
    1.      Data Definition/Decription Language (DDL)
    DDL adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mendefinisikan struktur data antara lain perintah untuk membuat tabel baru (CREATE) dimana terdefinisi komponen/field data dengan tipe dan panjangnya, mengubah index (INDEX, REINDEX) agar setiap rekord dalam satu file data dapat diakses melalui indeks-nya, mengubah struktur (MODIFY STRUCT) dari file data, dan sebagainya. Komponen bahasa ini banyak digunakan oleh para administrator basisdata pada saat merencanakan atau membangun file-file basisdata.
    2.      Data Manipulation Language (DML)
    DML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk memanipulasi data, komponen ini diperlukan oleh para pengguna untuk memanipulasi data, antara lain perintah-perintah untuk melakukan hal-hal berikut ini:
    ·   Mengambil data dari basisdata (LIST, DISPLAY)
    ·   Menambah data kedalam basisdata (INSERT, APPEND)
    ·   Meremajakan data yang ada dalam basisdata (UPDATE)
    ·   Menghapus data yang tidak diperlukan (DELETE)
    ·   Meng-urutkan data (SORT)
    ·   Menghitung frekuensi data (COUNT)
    ·   Mencari data (SEEK, FIND)
    DML dapat dibedakan atas dua macam, yaitu DML Prosedural dan DML Non-Prosedural. Pada DML Prosedural ketika data akan dimanipulasi maka perintah harus disertai dengan perintah-perintah bagaimana data diakses dari file database. Perintah DML Prosedural biasanya termuat dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language) seperti COBOL, C, C++ dan sebagainya. Pada DML non-Prosedural data dapat dimanipulasi langsung tanpa harus memerintahkan bagaimana data dibaca dari file. Perintah DML non-Prosedural biasanya digunakan dalam bahasa-bahasa DBMS seperti pada dBase, Access, Paradox, FoxPro, SQL, dan sebagainya.
    3.      Device Control Media Language (DCML)
    DCML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mengatur perekaman atau penyimpanan data secara fisik. Komponen bahasa DCML digunakan oleh operator-operator sistem basisdata didalam mengatur file-file data secara fisik. Perintah-perintah yang termuat dalam komponen ini, antara lain perintah perintah: merekam (Write Record, Create Table), menghapus (Drop, Delete Table).

    1.11    Komponen DBMS
    a.       Query Processsor
    Merubah bentuk query ke dalam instruksi tingkat rendah ke database manager.
    b.       Database Manager
    Menerima query dan menguji skema eksternal dan konseptual untuk menentukan apakah record-record dibutuhkan untuk memenuhi permintaan.
    c.       File Manager
    Manipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan pada disk.
    d.      DML Preprocessor
    Merubah perintah DML embedded ke dalam program aplikasi dalam bentuk ungsi-fungsi yang memanggil dalam host language.
    e.       DDL Compiler
    Merubah perintah DDL menjadi kumpulan tabel yang berisi metadata.
    f.       Dictionary Manager
    Mengatur akses dan memelihara data dictionary.

    1.12    Model Database
    Sistem manajemen database biasanya dikategorikan menurut model database yang mereka mendukung, seperti jaringan, model relasional atau obyek. Model cenderung untuk menentukan bahasa query yang tersedia untuk mengakses database. Fungsi dari Model Database ini adalah  untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami. Model Database adalah  kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi.
    Terdapat dua model data dalam DBMS sebagai berikut :
    1)      Model Data Berbasis Objek
    Yaitu suatu model data yang  menggunakan konsep entitas, atribut dan  hubungan antar entitas.  Jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
    -        Entity-relationship
    -        Semantic
    -        Functional
    -        object-oriented

    2)      Model data berbasis record
    Yaitu Model Data  yang  terdiri dari sejumlah record dalam  bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya.  Ada 3 macam jenis yaitu :
    -        Model data relasional (relational)
    -        Model data hierarki (hierarchical)
    -        Model data jaringan (network)

    Read More --►

    Navbar3